Testimoni Para Pemenang Try Out Sintesa (TOS) IPA 2014


Osel Sakadewa (Peringkat I TOS)

Hari itu, tanggal 2 Februari 2014, merupakan hari yang tidak akan aku lupakan. Aku mengikuti TO SINTESA bersama teman-temanku. Mulanya aku hanya iseng saja mengikutinya dengan tujuan hanya ingin mengukur kemampuanku dalam mengerjakan try out SBMPTN. Bagiku, mendapat juara adalah hal yang mustahil. Apalagi banyak juga temanku yang bisa dibilang lebih berkompeten dari aku untuk bisa meraih juara try out. Oleh karena itu, aku sama sekali tidak berharap mendapatkan juara, apalagi hadiahnya berupa Tour de UI.

Dua hari kemudian, aku mendapat kabar dari kakak SINTESA bahwa aku berhasil meraih 3 besar. Aku pun tidak menyangka sama sekali. Kemudian, aku bersama ke-5 jawara yang lain, Arif, Fandi, Ifti, Irwan dan Saiful, diundang untuk mengikuti Tour de UI.

Jum’at, 7 Februari 2014 pukul 6 pagi kami ber-6 bersama beberapa kakak SINTESA berangkat dari stasiun Tegal menuju Jakarta. Perjalanan tersebut sungguh melelahkan. Bayangkan saja harus duduk selama 7 jam di kerasnya kursi Tegal Arum. Kami pun tiba di stasiun Jakarta kota pukul 12 siang. Setelah itu, kami langsung menuju Depok menggunakan KRL. Sesampainya di Depok, kami langsung menuju wisma SINTESA menggunakan bis kuning UI. Di wisma, kami berkenalan dengan kakak SINTESA. Kami jadi lebih kenal satu sama lain.

Hari kedua, kami berjalan-jalan keliling kampus UI ditemani kakak-kakak SINTESA. Sungguh tak dikira, aku bisa menapakkan kakiku di kampus yang besar itu. Tak lupa kami mengabadikan momen langka tersebut dengan mengambil beberapa foto. Hari itu, kami berkesempatan melihat sepintas wisuda dari senior-senior UI. Hal yang paling mengagumkan lainnya adalah aku bisa masuk di perpustakaan terbesar se-dunia, The Crystal Knowledge. Menurutku, perpustakaan itu lebih mirip mall. Bayangkan saja, dari warnet berkecepatan tinggi sampai kios-kios berjejer di bangunan 7 lantai ini. Sayangnya, cuaca yang kurang bersahabat memaksa kita untuk berdempit menggunakan payung.

Hari Minggu, 9 Februari 2014 kami harus kembali ke Tegal. Kami berangkat dari Depok ke Jakarta menggunakan KRL, dilanjutkan menggunakan kereta Tegal Arum kembali ke Tegal. Kami sangat sedih berpisah dengan kakak-kakak SINTESA yang telah membimbing serta menemani kami selama tur.

Selama tur, aku mengalami banyak sekali pengalaman berharga. Aku diajari berbagai pesan moral. Aku menjadi lebih tahu bagaimana sih suka dukanya menjadi anak kos, mulai dari susahnya mencari air untuk mandi hingga berjalan jauh untuk mencari makan sendiri. Aku juga tahu kerlap-kerlip kota Depok. Aku menjadi lebih tahu tentang UI. Aku menjadi lebih semangat dan termotivasi untuk belajar. Dan yang terpenting adalah aku menjadi tahu indahnya ikatan persahabatan.

Aku, Osel Sakadewa mengucapkan terimakasih banyak kepada kakak-kakak SINTESA yang telah menerima kami, membimbing serta menemani kami selama di Depok. Semoga kalian bisa lulus cepat dengan IP yang memuaskan dan menjadi seperti yang diinginkan. Semoga aku bisa mendapat perguruan tinggi yang terbaik untukku, dan juga teman-temanku yang lain agar cepat tidak putus asa dan bisa meraih cita-cita. Jika ada kesempatan, semoga aku bisa mengunjungi UI lagi untuk yang kedua kali.

Special thanks to Mas Botak, Mas Diyat, Mas Sepul, Mas Irwan, Mas Rendy, Mas Ilham, Mas Bojong, Mas Husen, Mas Adit, Mas Sapri, Mbak Ismi, Mbak Diah, dan kawan-kawan. 

 

————————————————————————————————————————————————————————

Irwan Ade Putra (Peringkat II TOS)

Assalamualaikum Wr Wb , Saya akan menceritakan pengalaman saya saat Tour De UI tahun 2014

Dari dulu saya sangat mendambakan UI, saya ingin sekali bisa ke sana apalagi di terima di Universitas Indonesia dan Fakultas Favorit saya, tapi kalo melihat saingan yang begitu banyak nampaknya agak pesimis untuk bisa masuk ke sana.

Saat yang di tunggu-tunggu akhirnya datang, kakak-kakak Sintesa UI datang ke Sekolah dan Kelas saya, saat itu mereka cerita banyak tentang UI dan saya jadi semakin ingin ke sana. Saat itu juga Sintesa UI akan mengadakan Try Out SBMPTN dan saya langsung tertarik untuk mengikutinya. Apalagi jika juara 1, 2, dan 3 bisa mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke UI. Itu benar-benar sebuah mimpi yang sangat besar bagi saya dan ingin saya raih.
Akhirnya hari minggu itu datang, walaupun saat itu hujan dan saya baru belajar sedikit tentang Try Out SBMPTN tetapi saya memberanikan diri. Yang ada dalam fikiran saat itu yaitu ingin mencoba apakah saya benar-benar sudah bisa untuk masuk ke UI. Setelah Try Out dan ikut sedikit pembahasan saya langsung pulang.

Beberapa hari setelah Try Out saya kaget, saya mendapat SMS bahwa saya masuk peringkat 3 besar. Saya senang sekali bisa mendapat kesempatan Tour De UI. Tanpa berfikir panjang saya langsung setuju ikut Tour De UI walaupun saat itu di Sekolah sedang aja Ujian Praktek. Karena dari dulu saya ingin sekali bisa ke sana.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Tour De UI. Perjalanan dari Tegal ke Depok ternyata membutuhkan waktu lama. Sesampainya di Wisma Sintesa sebenarnya saya sangat lelah dan ingin istirahat. Tetapi melihat kakak-kakak Sintesa sedang kumpul bersama-sama untuk menyambut Kami ber-enam membuat rasa lelah itu hilang.

Hari kedua disana, saat yang paling ditunggu-tunggu, akhirnya saya dan teman-teman yang lain bisa melihat betapa Bagus nya Universitas Indonesia (UI). Kami bisa melihat dan masuk kedalam Universitas Indonesia rasanya seperti mimpi walaupun itu sebenarnya nyata. Fakultas demi Fakultas kita jelajahi. Teman-teman yang lain pun sangat senang bisa melihat dan masuk ke Fakultas yang diinginkan. Apalagi saya, dari dulu sangat mendambakan dan ingin sekali masuk Fakultas Teknik UI.

Setelah kurang lebih 6 jam menjelajahi UI akhirnya kita beristirahat di suatu tempat. Mendengar cerita dari Kak Sepul tentang dulu saat dia mau masuk UI saya menjadi tambah termotivasi untuk bisa Kuliah di UI. “Ya Allah, Jika UI adalah Universitas Terbaik bagi saya, maka bantu saya untuk menaklukkannya.” Kata-kata itu akan saya ingat, karena saya ingin sekali bisa menyusul kakak-kakak Sintesa.

Hari terakhir disana, jujur saya masih sangat betah disana. Tapi memang kami harus pulang hari itu juga. Banyak sekali pengalaman berharga yang kakak Sintesa berikan kepada kami. Sebuah pengalaman yang takkan terlupakan. Terima kasih sudah memberikan pengalaman dan motivasi yang sangat berharga.

Kesan dan Pesan : Setelah mengikuti Tour De UI saya menjadi tambah termotivasi untuk bisa masuk UI. Saya akan menyusul kakak-kakak Sintesa. Semoga kakak-kakak Sintesa jadi semakin kompak dan tahun depan semakin banyak penerus-penerusnya. Semoga kakak-kakak Sintesa bisa mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Aamiin . . .

Sekian yang dapat saya ceritakan, apabila ada banyak kekurangan, saya minta maaf, Terima kasih

Wassalamualaikum Wr Wb.

 

————————————————————————————————————————————————————————

Arief Rahman Hakim (Peringkat III TOS)

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelumnya, perkenalkan dulu namaku Arief Rahman Hakim dari SMAN 1 Slawi. Di sini aku ingin menceritakan pengalamanku mengikuti Try Out Sintesa hingga akhirnya memenangkannya dan mendapatkan kesempatan tour ke UI.

Minggu itu saat pelaksanaan Try Out, sejatinya aku berniat untuk tidak berangkat mengikuti tes Try Out tersebut lantaran hujan deras. Tetapi aku pun memutuskan berangkat meski di jalan kehujanan. Akhirnya, aku mengikuti tes hingga pembahasan tes kemampuan IPA sampai pukul 17.45 WIB. Aku tidak merasa optimis bahwa aku akan menduduki peringkat 3 besar sebab aku tidak belajar pada malam harinya lantaran sudah terlalu lelah dengan tugas dan kewajiban di sekolah.

Besoknya hari Senin, Mas Aditya Wisnu Prakoso ada di sekolah dan meminta nomor handphone-ku. Lantas malam harinya aku mendapat SMS dari Mas Rendy Nainggolan yang isinya: “Rif, selamat ya. Pengumumannya sudah keluar.” Ada juga SMS masuk dari Mas Diat bahwa aku mendapat kesempatan tour ke UI, itu artinya aku ada di peringkat 3 besar. Syukurlah dan alhamdulillah. Allah ternyata meridhoiku untuk bisa menginjakkan kaki di Universitas Indonesia, universitas impianku. Perasaanku malam itu bercampur aduk antara pusing sedang mengerjakan tugas dan perasaan senang yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Esok harinya teman-temanku di sekolah, terutama teman-teman sekelasku, mengucapkan selamat padaku atas keberhasilan ini.

Hari Selasa sepulang sekolah, aku dan Ifti, teman satu sekolahku yang juga peringkat 3 besar IPS, mendapat pengarahan mengenai pemberangkatan ke Depok di mana UI berdiri kokoh. Aku pikir keberangkatan akan dilakukan setelah UN, tetapi ternyata dugaanku meleset. Panitia TOS mengatakan bahwa tour ke UI hari Jumat sampai Minggu di minggu ini. Aku berharap tidak secepat itu karena Seninnya aku harus menghadapi Ujian Praktik Sekolah dan tentunya aku harus mempersiapkan perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk ujian tersebut. Tetapi apa boleh buat, aku tetap memutuskan ikut tour ke UI yang akan menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan.

Hari yang dinanti-nanti pun tiba, hari Jumat, hari keberangkatanku dan teman-teman pemenang TOS menuju ke tujuan tour kami. Depok, lokasi UI, yang selama ini hanya ada di angan-angan kini ada di hadapan mata. Sebelum sampai di Depok, aku merasakan pertama kalinya perjalanan naik kereta api. Aku yang hanya orang kampung dalam hati merasa senang bisa naik kereta api. Pantat ini terasa pegal lantaran tempat duduknya keras sekali. Bukan masalah kebanggaan hati bisa naik kereta api, melainkan yang lebih membanggakan hati adalah bisa menginjakkan kaki di Jakarta, kota yang kudiami terakhir kali saat kuberumur 2 tahun. Mungkin saja di antara keenam pemenang TOS, aku yang benar-benar katro lan ndesani. Akan tetapi tingkah lakuku tidak mau ndesani di sana.

Hari pertamaku di Depok, aku dan kelima pemenang TOS lainnya beserta kakak-kakak Sintesa berkumpul di wisma. Bayanganku, wisma itu mewah dan bagus, eh ternyata wisma yang ini hanya sekadar rumah  kontrakan yang menjadi markas anak-anak Sintesa. Di wisma itulah kami berenam bersama kakak-kakak Sintesa saling memperkenalkan diri. Selanjutnya, wisma itulah untuk tidurku bersama ketiga pemenang TOS lainnya, Irwan, Osel, dan Mas Saiful. Sementara, Ifti dan Fandi tidur di tempat kosnya Mas Botak. (Eh iya, aku belum memperkenalkan kelima temanku yang memenangkan TOS. Ada Osel Sakadewa dan Fandi Andrian Cindra Putra dari SMAN 1 Tegal, Irwan Ade Putra dari SMAN 3 Slawi, Ifti Khori Roihan satu sekolah denganku di SMAN 1 Slawi, dan satunya lagi Mas Saiful Bahri alumni SMAN 1 Tegal tahun 2012.)

Setiap pemenang TOS diberi uang saku sebesar Rp150.000,00 untuk dikelola sendiri selama 3 hari di Depok. Selanjutnya, aku dan teman-teman diajak makan di warung makan kecil yang pemiliknya dipanggil Emak dan orangnya latah. Lalu, aku bersih-bersih diri di kamar mandi di mana Mas Botak nge-kos, lantaran air di wisma sedang mati. Bakda Maghrib, aku dan teman-teman pemenang TOS lainnya diajak jalan-jalan ke Margonda dank e Gramedia. Rasa lapar pun tak terelakkan lagi. Kami hendak makan di suatu Mall, aku lupa apa nama Mall-nya. Namun, semua tempat makan di Mall itu sudah pada tutup dan makanannya habis lantaran jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Kami pun memutuskan makan di rumah makan Lela Lele apalah namanya. Berbagai macam menu lele tersaji di buku menu, tetapi aku alergi terhadap ikan, sehingga aku pesannya ayam sambal balado. Dengan nasi dijual terpisah yang mahal tetapi hanya sedikit, lumayan membuat rasa lapar ini teratasi. Setelah itu, kami kembali ke wisma dan ada yang kembali ke kos. Aku langsung saja tidur karena mata ini sudah ingin dipejamkan.

Hari kedua pagi-pagi setelah bersih-bersih diri, kami makan di warung makan Emak lagi. Kemudian, kami diajak jalan-jalan mengunjungi setiap fakultas UI yang ada di Depok, dari ujung kiri hingga ke ujung kanan dijelajahi dengan berjalan kaki. FMIPA-lah yang pertama kali kami kunjungi. Ini adalah fakultas yang aku impikan. Aku ingin sekali menjadi mahasiswa Matematika Murni UI. Aku sempat foto di depan Makara. Selanjutnya, kami ke fakultas-fakultas lainnya. Kami juga sempat mengunjungi perpustakaan UI yang begitu besar dan tiada duanya di Indonesia. Kata kakak Sintesa, perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar di Asia Tenggara. Apa iya? Di perpustakaan tersebut ada cinema, tempat fitness, bank BNI, Indomart, warnet yang luas dan gratis, tempat belajar dan beristirahat yang luas dan empuk, dan yang menjadi inti adalah berbagai buku tebal-tebal yang berjajar rapi di rak buku. Buset ah, itu perpustakaan atau Mall ya? Rasanya seperti Mall yang ada perpustakaannya. Di lantai teratas, kami istirahat duduk sebentar sambil melihat pemandangan danau yang menyejukkan mata karena dindingnya yang terbuat dari kaca. Kelima anak pemenang TOS selain aku, berfoto di luar perpustakaan sambil mengenakan jas kuning milik Mas Botak. Aku tidak ikut berfoto lantaran katanya ada mitos dilarang berfoto memakai jas kuning sebelum jadi mahasiswa UI dan dilarang berfoto di depan perpustakaan UI.

Setelah mengunjungi FIB, kami melewati Jembatan Teksas (Teknik-Sastra). Dinamakan Jembatan Teksas sebab jembatan ini menghubungkan Fakultas Teknik dan Fakultas Sastra (FIB). Katanya, Jembatan Teksas tersebut pernah dijadikan tempat shooting video klip Cakra Khan. Di sebelah jembatan yang menuju ke FT banyak anjing berkeliaran. Aku takut ketika itu kalau-kalau ada anjing yang menghampiriku bahkan menjilatku. Sejatinya kami berniat untuk berfoto di jembatan itu, tetapi saat itu sedang agak ramai dan ada sebuah pasangan suami istri bersama bayinya yang sedang berfoto di situ. Karena sudah menunggu lama dan suami istri itu belum selesai juga, kami pun memutuskan melanjutkan ke FT. Ketika sedang berkeliling di FT, hujan turun. Kami pun makan di kantin FT. Alhamdulillah bisa duduk juga dan membiarkan kaki ini beristirahat dan perut ini terisi kembali oleh makanan.

Karena hujan, sebagian dari kami melanjutkan penjelajahan menggunakan payung yang dibawa oleh Mba Diah, Mba Ismi, dan Mba Devi. Aku sepayung berdua dengan Mba Diah. Mba Diah ini dari Fakultas Psikologi. Entah mengapa aku langsung akrab dengan Mba Diah. Ketika di FE aku berfoto hanya sepayung berdua dengan Mba Diah tepat di depan air mancur yang begitu bagus. Bukan hanya di FE. Bahkan ketika kembali lagi melewati Jembatan Teksas, aku juga berfoto berdua dengan Mba Diah. Uh so sweet. Kemudian kami kembali ke Balairung hendak melihat wisuda. Ternyata upacara wisudanya masih belum selesai. Kami pun menuju lapangan luas di depan Balairung, berteduh di bawah pohon besar. Di perteduhan itu, kami peserta tour berenam diberi pengarahan dan motivasi dari Mas Saeful. Setelah itu, kami pun kembali ke wisma dan bersih-bersih diri. Sebagian pula ada yang tidur sebentar karena kelelahan. Sebagian pula ada yang bermain games sepak bola di laptopnya Mas Diat.

Bakda Maghrib kami berenam diajak makan di rumah makan lamongan di pinggir jalan. Ternyata kami dibayari Mas X (aku lupa namanya) yang sudah sukses bekerja di kementerian negara. Setelah kembali lagi ke wisma, banyak kakak-kakak Sintesa berkumpul di situ. Rupanya malam Minggu itu sedang akan diadakan perkumpulan rutin setiap malam Minggu. Acaranya semakin memanas dengan berbagai permainan seperti TPA. Permainan-permainannya sulit kupahami. Hanya sebagian kecil permainan yang kuketahui jalan ceritanya. Berbagai jajanan ringan, roti bakar, dan sebotol teh botol tersuguh menemani permainan malam itu. Permainan dan perkumpulan berlangsung hingga larut malam. Ketika jam menunjukkan pukul 23.00 WIB, wisma itu sudah terlihat sepi. Yang tertinggal hanyalah kami berempat yang hendak tidur dan mas-mas yang tengah bermain kartu Bridge.

Keesokan harinya, hari ketiga alias hari terakhir tour di Depok, kami diajak jalan-jalan ke Asrama UI. Di sana kami sarapan pagi terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan menelusuri Asrama dengan dipandu oleh Mas Saeful dan Mas Irwan. Kami singgah sejenak di kamar Mas Irwan dan kamar Mas Anggi. Setelah itu, kami jalan-jalan ke danau yang ada tumbuhan membentuk Makara. Namun, untuk mencapai tempat itu, kami harus menelusuri jalanan licin dan berlumpur, serta harus menyebari anak sungai kecil dengan berjalan di atas plowotan kecil. Sepatuku kotor karena lumpur. Di Makara itu, kami berenam berfoto-foto sepuasnya.

Kami membereskan barang-barang karena kami akan melakukan perjalanan pulang ke Tegal hari itu. Sebelum menuju ke Stasiun UI, kami membeli suvenir bercirikan UI. Kemudian kami makan di pondok makan bakso dan menuju ke Stasiun UI untuk naik kereta api menuju Stasiun Jakarta Kota. Setelah sampai di Stasiun Jakarta Kota, kami melanjutkan naik kereta api Tegal Arum. Selamat tinggal kami ucapkan kepada Mas Diat dan Mba Ismi yang mengantarkan kami sampai Stasiun Jakarta Kota. Selamat tinggal Depok, selamat datang Tegal! Selamat jalan tour, selamat datang Ujian Praktik Sekolah! L Untung saja besok aku Ujian Praktiknya Seni Musik (menyanyi) dan Olah Raga yang tidak membutuhkan persiapan belajar.

Sekian cerita dariku. Dengan pengalaman ini, aku semakin termotivasi dan semakin berobsesi untuk masuk UI tahun ini. Semoga saja aku bisa masuk jalur SNMPTN. Amin. UI, aku yakin bahwa aku bisa menaklukanmu. Tunggu kedatanganku tahun ini! J

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s