Dari Sintesa Menebar Senyum Untuk Mu


Tangis Langit Tinggi untuk Bumi
Alhamdulillah hari ini kita bisa membaca emagz
lagi, Alhamdulillah hari ini kita bisa
diberi waktu untuk memperbaiki diri,
Alhamdulillah kita bisa menghirup udara,
Alhamdulillah kita masih menjadi manusia,
Alhamdulillah syetan masih memusuhi kita,
Alhamdulillah kita mengenal Muhammad Arif
Baharuddin yang imut sekali (yang gak terima,
silahkan berpasrah diri.. hahags’),
Alhamdulillah atas segala nikmat Allah SWT
yang diberikan kepada kita. Berapa kali kita mengucap Alhamdulillah pada hari ini?.
Mengucap kalimat hamdalah berarti mengingat tentang kenikmatan. Mengingat kenikmatan, maka kita perlu mengingat firman Allah SWT:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu menghitungnya”
(QS:Ibrahim: 34).
Subhanallah, sungguh gantengnya faiq dengan kenikmatan yang diberikan Allah SWT,
subhanallah pintarnya faiq dengan kenikmatan yang diberikan Allah SWT, subhanallah
sungguh enaknya rasa makanan itu, subhanallah sungguh nikmatnya be’ol di pagi hari, subhanallah sungguh nikmatnya mengupil, subhanallah sungguh nikmatnya terbaring memejamkan mata bermimpi Bahar, subhanallah sungguh banyaknya nikmat Allah yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Sungguh tak pernah kita bisa terlepas dari nikmat Allah SWT yang begitu banyaknya. Ngomong-ngomong soal nikmat, alhamdulillah sintesa pada tanggal 17 November 2010 kemarin telah berhasil belajar menjadi langit yang menangis untuk membuat tertawa november 2010), dalam iuran tersebut tak disangka banyak sintesaers yang beriuran lebih dari standar iuran yang ditetapkan. Dengan adanya iuran dan iuran yang berjalan dengan
lancar, ini menandakan sintesaers tersebut memiliki sifat sosial beribadah berhubungan dengan sesama manusia yang tinggi. SiiiippppppP!! Salut kanggo cah Sintesa!! Umumnya kita menyukai menerima nikmat, tapi lupa berbagi sukanya nikmat. bumi (hehehe‘, maksude mengorbankan nikmat saking gusti allah kanggo uwong). yuh inget firman Allah SWT dalam surat Al-MaaHuun ayat 1-7 : “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orangorang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna”.

Untung bocah-bocah sintesa bocahe apikan, punya hati suci (sing duwe ati suci dudu cuma bams, husen, sepul, yulia, faiq, aziz atau sapalah, sing duwe gusti allah.. hehe’ apa sih.. ), dengan hati yang suci bocah sintesa berbagi dengan penghuni bumi. Alhamdulillah cah sintesa gelem iuran bersama untuk belajar berkurban pada hari raya idul adha (17 november 2010), dalam iuran tersebut tak disangka banyak sintesaers yang beriuran lebih
dari standar iuran yang ditetapkan. Dengan adanya iuran dan iuran yang berjalan dengan lancar, ini menandakan sintesaers tersebut memiliki sifat sosial beribadah berhubungan dengan sesama manusia yang tinggi. SiiiippppppP!! Salut kanggo cah Sintesa!! Umumnya kita menyukai menerima nikmat, tapi lupa berbagi sukanya nikmat.

M. Arif Baharrudin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s