Perjuanganku Tak Pernah Berhenti


Iis Afriyanti (Ilmu Komputer 2009)

Tidak ada pemikiran untuk masuk UI saat aku di kelas dua SMA. Belum ada bayang-bayang juga untuk melanjutkan kuliah di mana, ngambil jurusan apa. Saat itu masih enak-enaknya menikmati masa-masa SMA. Saat aku ditanya, “Ntar mau nglanjutin kemana??” “Wah, belum tahu”. Saat itu kakak-kakakku mulai mengarahkan untuk melanjutkan kemana. Tapi itu belum saatnya cuy…

Ada satu kakak kelasku yang mulai ngompor-ngompori untuk melanjutkan ke Ilmu Komputer UI. “Apa sih kuwe?? ” dalam benakku. Apa lagi sesudah dia  ikutan Tour the UI yang saat itu diselenggarakan oleh SINTESA. Setiap kali kakak kelasku datang ke rumahku, mesti ceritanya about “Ilmu Komputer UI” .. Aduh… kiye wong.. Tetapi sejak saat itu juga aku mulai mengorek – orek apa itu Ilmu Komputer, bagaimana prospek kedepannya, materi kuliahnya apa aja. Saat aku bertanya padanya pun dia menjelaskan dengan semangat 45. Wuih ni orang.. Sepertinya saat itu pula aku mulai tertarik Ilmu Komputer.

Aku pun teringat saat dulu waktu SMP ditanya oleh guruku, “Apa cita-citamu,is?” aku pun menjawab “Programmer, Pak”. Aku terpikir menjawab seperti itu, karena pernah membaca kata “programmer”  dalam sebuah poster di tempat bimbelku dulu. Kayaknya keren tuh jadi programmer, pikirku. Nah, ternyata Ilmu Komputer ada hubungannya sama programmer. Oh…

Saat SINTESA mengadakan Tour the UI pun aku ikut. Penasaran sama UI. Saat jalan-jalan dari fakultas satu ke yang lain, aku suka membanding-bandingkan bagusnya gedung fakultas. Ternyata  kampus fasilkom kecil, nggak kaya fakultas-fakultas lain. Apa karena cuma dua prodi ? nggak tahu juga deh. Kesempatan itu pun aku gunakan buat tanya-tanya ke senior yang masuk di situ. Walaupun sebenarnya saat itu aku masih bingung pengin masuk ke mana. Hoho… Akhirnya aku putuskan Ilmu Komputer sebagai pilihan pertama saat nanti aku mengikuti ujian masuk universitas.

Ada alasan lain juga kenapa aku jadi pengin masuk Ilmu Komputer. Aku suka matematika, tapi aku mulai bosan dengan hitung menghitung rumus-rumus. Seperti abstrak sekali. Aku pengin implementasinya apa. Nah jadi fakultas MIPA aku coret untuk jadi pilihan pertama. Dan ternyata di Ilmu Komputer juga ada matematikanya, walaupun tidak menyeluruh. Pernah ada dibenakku untuk masuk akuntansi, selain banyak teman-teman sekelasku yang pengen masuk ke situ juga, di akuntansi juga hitung menghitung. Tapi sayangnya akuntansi termasuk prodi untuk IPS, karena aku malas untuk belajar materi IPS, sebangsa sejarah ekonomi, teori, menghapal, bla bla bla… prodi IPS aku coret. Kakakku sempat juga menyuruh ku jadi dokter >.< Oh God! Aku nggak suka banget ya yang namanya BIOLOGI, dari kelas satu sampai kelas tiga, nggak pernah sekalipun nilai biologiku delapan di rapor. Akhirnya semua prodi kesehatan aku blacklist. Tinggal jurusan yang di teknik nih. Wah di teknik prodinya di dominasi untuk cowok-cowok, sebangsa teknik mesin, metalurgi, sipil, bla bla bla.. sempat dibayanganku untuk memasukkan Teknik Industri, ada cerita tersendiri tentang ini. Tanpa berpikir panjang, aku pernah menempatkan Teknik Indusrtri di pilihan nomer dua pada saat UMB. Tapi aku salah, Teknik Industri itu mempelajari ekonomi juga, prinsip-prinsip ekonomi. Ih… Untung aja aku ngga masuk kesitu ^^. Akhirnya  terpilihlah Ilmu Komputer sebagai pilihan pertama.

Tapi ternyata Ilmu Komputer UI gradenya tinggi, setara dengan kedokteran. Waduh!! Bimbanglah diri ini. Tapi kakak kelasku selalu menyemangati aku buat masuk IlKom. Zzzz… “Pasti bisa. Ayo…”

Mulailah berdatangan ujian masuk perguruan tinggi. Harus lebih selektif nih.. Atau mungkin perasaanku saja? Entah kenapa aku sering mendengar kakak kelasku nggak masuk perguruan tinggi saat mengikuti ujian masuk cuma gara-gara nulis uang sumbangannya sedikit. Aku pun mencari perguruan tinggi mana yang nggak kaya gitu? Kayaknya cuma UI yang nggak kaya gitu. Aku korbankan diri ini untuk bisa masuk UI. Kenapa? Satu, ujian masuk UI tidak ada yang namanya uang sumbangan. Yang penting tes dulu. Masalah uang ntar aja… Tapi masa aku cuma ikutan UI? Yang sejalan dengan pemikiranku, kayaknya Telkom patut dicoba nih, kakak kelasku Cuma nulis uang sumbangan paling minimum aja bisa masuk. Aku pun ikut tes ujian tulis Telkom sebelum ujian masuk UI (SIMAK UI). Teknik Informatika sebagai pilihan pertama. Karena teknik informatika sama aja kaya Ilmu Komputer. Nggak lama setelah itu aku ikut tes SIMAK UI, aku masukkin tuh Ilmu Komputer sebagai pilihan pertama dan matematika sebagai pilihan kedua. Pengumuman tiba, aku masuk Tek.Informatika Telkom, tapi sangat disayang aku nggak masuk UI. Sudahlah mungkin jodohku bukan di UI… Mulailah aku mengurus administrasi untuk Telkom. Bapakku mulai mengkalkulasi berapa uang yang harus dikeluarkan untuk anaknya per hari, aku ingat sekali bapakku bilang “Berarti bapak harus menyimpan uang 70rb perhari is,untuk biaya di telkom”, ya Allah semahal itukah… Saat itu juga aku mulai berpikiran macam-macam bagaimana saat di Telkom nanti. Mungkin aku kerja part time, entah apalah.. Mudahkanlah diriku ya Allah…

Pendaftaran UMB atau yang disebut Ujian Masuk Bersama pun tiba, ada 7 universitas negeri yang ikut didalamnya termasuk UI. Akupun berpikir untuk ikut ujian masuk tersebut. Tapi ternyata tanggal tesnya aja sesudah tanggal terakhir pembayaran administrasi di Telkom. Mana mungkin aku bisa ikut… Walaupun uang bisa dikembalikan sekian persen, tapi menurutku itu masih mahal uang yang diambil Telkom. Padahal aku ingin melanjutkan studiku ke Jepang, kayaknya kalo di Telkom susah, mengingat itu bukan perguruan tinggi negeri. Yasudahlah semoga Allah memberikanku yang terbaik…

Aku lupa H minus berapa tepatnya bapakku tiba-tiba ngobrol sama aku. Tidak lebih dari empat hari pendaftaran UMB berakhir, bapakku tau-tau ngomong “Is, kenapa kamu ga dimantepin ke UI(dalam bahasa Tegal)”, Ya Allah ada apa ini… pendaftaran bentar lagi berakhir. Aku jelasin kalo aku cabut dari Telkom uang yang dikembalikan cuma sekian walaupun lebih dari 50%. Bapakku pun membolehkan aku ikut UMB. Buku-buku soal latihan SNMPTN pun aku minta kembali dari adik kelasku, aku pinjam buku-buku penunjang dari teman-temanku yang sudah tidak lagi membutuhkan. Sejak saat itu juga aku mulai latihan soal-soal, lumayan udah ngga terbebani sama UAN, jadi bisa konsen ke soal-soal UM. Aku pilih prodi Ilmu Komputer sebagai pilihan pertama, Teknik Industri pilihan ke-2 (sebenarnya ini asal pilih karena gradenya yang tinggi, maaf mba eka.hehe…), dan sebagai formalitas Teknik Informatika UNJ sebagai pilihan ke-3. Hari terakhir pendafaran, aku ke bank untuk membayar biaya pendaftaran. Sebenarnya itu bukan hari terakhir pendaftaran, tapi mas-mas yang di bank bilang, “kenapa baru akhir-akhir mbayarnya mba?”,  “Wah mas, di websitenya pendaftaran diperpanjang kok…” “Kami belum terima pemberitahuan dari UI, ntar bilang sama temen mba, kalo mau mbayar hari ini aja ya”, “Oke mas…” itulah dialog yang aku ingat pas di bank. Masih ada masalah lagi, di mana ntar aku nginep, secara tesnya dua hari. Aduh… aku minta tolong  temenku yang juga ikut UMB di Semarang. Susah banget… karena tempat tesnya jauh dari kebanyakan kakak kelasku ngekos, bahkan ada yang tidak tahu itu tempatnya dimana. Hampir nyerah.. kakakku menwarkan untuk bolak balik Solo-Semarang. Akhirnya ada kakak kelas yang baik hati menawarkan untuk tempat tinggal sementara. Terima kasih buat mba yang disana sebut saja mba Puput(bukan nama samaran), semoga dipermudah kuliahnya.

Akhirnya hari itu datang juga. Aku dan beberapa temanku pergi ke semarang naik kereta. Dengan harap-harap cemas. Di kereta sering-sering baca buku. Haaahaha memusingkan… Ternyata lokasi tesnya bikin silau. Panas banget karena dekat dengan pantai. Dan ternyata tempat kos kakak kelasku itu jauh dari tampat tes. Mesti pake kendaraan. Kakak kelasku bersedia mengantarku bolak-balik ke tempat tes juga menjemputku. Betapa baiknya… Oya, bukan hanya aku yang nginep di kakak kelasku itu, juga ada satu temanku. Jadi ceritanya sekamar bertiga, dengan kamar yang sempit sangat. Jadi inget masa-masa perjuangan di tanah gersang nan panas…haha lebay… Tes hari pertama dimulai,bismillah… sekian lama berkutat dengan soal, ya Allah leherku serasa mau patah… sakit banget… (ceritanya udah selesai tes hari kedua). Aku pamitan matur nuwun sama kakak kelasku, mau pulang… Entah kenapa sepertinya soalnya lebih gampang dari SIMAK, atau cuma perasaanku saja? Ternyata temanku juga merasakan, semoga kami diberikan yang terbaik oleh-Nya. Pulang kerumah dengan selamat. Handukku ketinggalan dikosan kakak kelasku, wedew… Sudahlah aku relakan…

Hari administrasi offline Telkom tiba, mesti ke Bandung buat foto untuk KTM juga ndaftar ke asrama, asrama Telkom ternyata mahal >.<, mesti cari kosan kalo kaya gini… Ntar ajalah… teralu banyak uang yang dipikirin… kasihan bapak. Nikmati kota Bandung lebih dulu… Ini pertama kalinya aku ke Bandung, udah pewe ni kayaknya dengan udara yang begitu seju. Wah bentar lagi pengumuman UMB, apa yang bakal terjadi??? Ketrima atau ngga nih… Harap-harap cemas…

Hari aku pulang dari Bandung adalah hari penentuan apakah Allah memilihku untuk berjuang di UI atau di Telkom. Kalau diterima di UI berarti aku lepas Telkomnya. Yap sampe rumah aku sering-sering buka web ui lewat hape, kali aja pengumuman lebih awal.. belum juga keluar, akhirnya malem-malem aku ke warnet.. Dengan perasaan dag dig dug duer… aku buka situsnya. Wah sudah ada! Mesti masukin nomor ujian… Aku masukkin nomor ujian sebelum aku, artinya satu nomor dibelakangku, wah belum diterima. Aku masukkin nomor ujian setelahku, belum diterima juga.. Ya Allah aku pasrah, jikalau bapakku sanggup membiayai aku sampai tamat kuliah di Telkom, tak apalah aku di Telkom, jikalau bapakku dikemudian hari tidak sanggup membiayaiku di Telkom, tolonglah ijinkanlah hambamu ini untuk kuliah di UI… Akhirnya mulailah aku membuka dengan nomor ujianku “SELAMAT ANDA DITERIMA DI PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER”, Alhamdulillah ya Allah, Engkau memang memberikanku yang terbaik. Tak terasa air mataku menetes… tes… Aku kabari orang di rumah, aku kabari kakakku yang di Solo… Aku yakin Allah selalu memberikan hambanya yang terbaik. Jangan lah kamu berburuk sangka terhadap-Nya jikalau kamu mendapatkan apa yang tidak kamu inginkan. Yakinlah ada maksud lain dibalik semua itu, baik dimatamu belum tentu baik di mata Allah. Yakinlah Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hambanya.

_THANKS A LOT YANG SUDAH MEMBANTUKU BERJUANG UNTUK MASUK KE UI, SIAPA AJA_

7 Comments

  1. “Aku yakin Allah selalu memberikan hambanya yang terbaik. Jangan lah kamu berburuk sangka terhadap-Nya jikalau kamu mendapatkan apa yang tidak kamu inginkan. Yakinlah ada maksud lain dibalik semua itu, baik dimatamu belum tentu baik di mata Allah. Yakinlah Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hambanya.”

    Aku juga yakin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s