Indah Rasanya


Muhammad Rofi’i/Piay (Elektro 2006)

Indah terasa jika melihat keberhasilan rekan-rekan sintesa dalam rangkaian kegiatan SGTT nantinya. untuk itu makna keberhasilan itu perlu diwadahi dalam beberapa pengertian. Entah mau melihat dari sisi kemegahan acara, perbaikan ataupun inovasi / kreasi baru dalam SGTT IX. namun ada hal lain yang penting untuk dikaji bersama oleh rekan-rekan, yaitu tertanamnya jiwa solidaritas sesama teman, sosial dan peduli pada tegal dan lingkungan sekitar. karena banyak hal yang sebenarnya perlu dilakukan mahasiswa terkait dengan pengembangan / kemajuan daerahnya. sehingga dorongan / naruni semacam itu perlu ditumbuhkembangkan tidak hanya untuk kemajuan Tegal, melainkan juga untuk membentuk kepribadian yang baik secara individu.

Saya akan mengatakan hal yang luar biasa jika teman-teman bisa memiliki rasa demikian. rasa yang sungguh jarang bisa dimiliki oleh seseorang. saya pernah membaca artikel yang terkait dengan keegoisan seorang mahasiswa. inti dari artikel tsb tidak lain hanya seputar tindakan-tindakan egois mahasiswa, tidak peduli pada sesama, ataupun lingkungan sekitar. bahkan UI pun menyadari hal yang demikian, tentang perlunya semacam kurikulum yang mampu membentuk kepribadian mahasiswa yang peduli dan tanggap terhadap beragam isu di sekitar.
alhasil program semacam KKN (Kuliah Kerja Nyata) mulai dijalankan. program semacam KKN miangas pada tahun kemaren telah menanamkan kepedulian pada kesatuan NKRI. “NKRI harga mati, belum saya dapati rasa nasionalis sedahsyat ini” , demikian yang saya dengar dari saudara saya, Ipin.
Tidak cukup dengan program KKN saja, UI pun mulai menggalakkan program entepreneurship. menyadari betapa pentingnya jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa terhadap dunia kerja yang semakin extrem (banyaknya pengangguran intelektual, sistem kontrak kerja yang carut marut), sehingga perlu dibentuk jiwa-jiwa yang mandiri dan independent.
Dari sini saya hanya menggambarkan betapa mudanya usia sintesaers (sebut saja angkatan 08 atau 09) untuk bisa mengisi masa emas dengan tidak hanya belajar atau ngajar saja, masih banyak point -point penting diatas yang perlu direnungi oleh kita bersama.
istilahe mumpung enom, ora kayak inyong , wis ora bisa ngapa-ngapakna maning. mumet mikiri skripsi
SALAM ANGET
pi’ay

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s