Masuk UI, Siapa Takut?


Sekitar dua setengah tahun yang lalu, seorang anak lulusan SMA ternama di sebuah kota memberanikan dirinya pergi ke sebuah kota besar yang sama sekali belum pernah dijamahnya, dimana ia tidak punya kerabat disana. Hanya karena suatu alasan, karena namanya dinyatakan lulus ujian seleksi perguruan tinggi oleh sebuah media massa terkenal di kotanya. Ya, berbekal uang seratus ribu rupiah saja, pemberian ibunya, dan seratus ribu lagi yang diberikan oleh teman-temannya di SMA yang mengantar keberangkatannya, ia pun berangkat menuju ibukota, Jakarta. Entah kenapa, ia punya keyakinan kuat dapat bertahan hidup disana, walaupun ia yakin ia tidak akan pernah mendapat kiriman sepeserpun setiap bulan dari rumah, karena ia hanya seorang anak yatim dan tidak mau membebani ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Dengan suatu keyakinan terhadap apa yang pernah didengarnya dari salah seorang seniornya, “UI adalah universitas dengan seleksi intelektual bukan seleksi finansial..” Dan luarbiasa, dengan kesungguhan itu, ia dapat melenggang ke UI dengan uang semester dan uang pangkal nol rupiah, mendapatkan beasiswa, dan beberapa pekerjaan yang dapat menopang hidupnya hingga sekarang. Sekarang, ia pun kembali berjuang keras bersama rekan-rekan yang memiliki kepedulian yang sama untuk membantu adik-adik mahasiswa baru yang senasib dengan dirinya dahulu.

Itulah salah satu kisah nyata seorang anak yang memiliki tekad untuk mengubah hidupnya, bertaruh untuk mengubah nasib keluarganya. Ya, kisah – kisah seperti ini bukanlah salah satu atau salah dua saja di UI namun banyak ! Mulai dari yang bapaknya petani, tukang jahit, sopir, atau yatim piatu sekalipun. Kisah-kisah ini adalah suatu pembuktian bahwa menuntut ilmu di perguruan tinggi bukanlah mimpi bagi mahasiswa yang tidak berada ! Karena semua hanya berawal dari sebuah tekad dan konsistensi untuk terus berjuang hingga kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan.

Untuk menjadi mahasiswa UI, tantangan yang harus dilewati tidak hanya sampai di fase ujian seleksinya saja, suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu dengan ujian berikutnya, sebuah makhluk yang bernama BOP-B.

Banyak cerita simpang siur memang akan sistem pembayaran ini, dimana mahasiswa akan selalu membayar 5 juta untuk rumpun sosial dan 7,5 juta untuk rumpun IPA. Dan tidak hanya sampai disitu karena ada bonus hadiah bernama uang pangkal dengan total hingga 25 juta rupiah ! (Uda kayak kuis aja) Kalau begitu apa bedanya UI dengan universitas swasta yang lain ?

Terlepas dari segala macam perdebatannya, harus diakui Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan atau BOP-B memiliki niatan yang mulia untuk mencapai keseimbangan anggaran pendidikan dengan kondisi ekonomi di negara kita yang tidak ideal. BOP-B merupakan transformasi dari sebuah sistem yang sering kita dengar, sistem subsidi silang, dimana mahasiswa yang berada memberikan sebagian rezekinya kepada mahasiswa yang membutuhkannya dengan kompensasi jumlah nominal BOP-B yang lebih besar. Nominal ini ditentukan oleh sebuah matriks dengan variabel fakta yang kuantitatif seperti slip gaji orang tua, rekening listrik, bukti pajak, dan sebagainya, yang diharapkan dapat mendekati definisi adil untuk setiap mahasiswa.

Sampai disitu saja ? Tentu saja tidak, karena banyak fakta kualitatif yang harus dipertimbangkan untuk lebih precise dan mantab lagi bahwa inilah nominal yang adil untuk mahasiswa. Oleh karena itu setiap mahasiswa berhak menjelaskan fakta-fakta lain melalui proses keberatan, diskusi dengan bagian kemahasiswaan, dan sebagainya. Nominal yang dihasilkan matriks dan proses penjelasan data kualitatif menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat di mata mahasiswa dan di pihak universitas. Sebuah proses penentuan yang tentunya tidak bisa kita temui di beberapa univeritas ternama lain yang sudah barang tentu harus didukung dan dikawal ketat pelaksanaannya dengan bersama-sama.

Ya, tidak terasa kurang lebih seminggu lagi sejak tulisan ini ditulis, yakni tanggal 29 Januari, adik-adik kita dari PPKB akan mulai merasakan ujian bernama BOPB ini dan tentunya semua yang akan masuk UI baik melalui jalur SIMAK, UMB, maupun SNMPTN. Pada akhirnya, saya ingin mengatakan,

“Jangan takut masuk UI !”

Mengapa ? Satu, karena takut hanya boleh kepada Allah, tidak boleh kepada yang lain.🙂 Kedua, karena tidak ada yang perlu ditakutkan. Yakinlah, dengan niat yang baik dan usaha yang baik pasti akan menghasilkan hasil yang baik pula !

Untuk teman-teman yang berada, bersiaplah menjadi malaikat penolong bagi calon teman-teman anda nanti, janji akan pahala dan surga-Nya terbentang jelas dihadapan anda dan keluarga. Orang kaya pun bukan berarti tidak berhak mendapatkan biaya yang murah, bila anda sudah masuk UI, kalian akan melihat sendiri betapa berserakannya yang bernama beasiswa karena begitu banyaknya, maka buktikanlah anda bisa mendapatkannya !

Untuk teman-teman yang kurang berada, siapkanlah tekad anda yang membaja dan menjulang tinggi ! Bersyukurlah dengan keadaan ini karena ini akan menjadi pembeda antara anda dan teman-teman lainnya. Kalau anak orang kaya, sukses itu mah biasa tapi seorang yang biasa saja, tidak bermodal apa-apa, hanya tekad dan Allah di hatinya, itu baru mantap !🙂

Al Ikhwanul Muslimin berkata, “..bahwa yang memisahkan diri kita dengan kesuksesan adalah keputusasaan.” Maka, janganlah menjadi bagian dari kumpulan orang yang berputus asa dan yakinlah Allah telah mempersiaplan skenario yang paling indah untuk hidup kita..
See U at UI next semester My Brother and Sister!🙂

Big Zaman
Fakultas Ilmu Komputer 2007
Departemen Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fasilkom 2010

Teruntuk :
adik-adikku yang masih bimbang dan takut untuk masuk UI, tolong sebarkanlah ke adik-adik dan teman-teman kita sebanyak-banyaknya. Demi UI yang lebih baik !

Akhda Afif Rasyidi
Blog: http://akhdaafif.wordpress.com
Mobile: +966567653677

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s