Sintesai Jannati (Catatan Sangat Pribadi)


Novel Em Alam (Hukum 2005)

Inilah Sintesa, hangat dan begitu menyenengkan. Hal itu semakin tercermin dari gelak tawa yang terlontar saat out bond tadi siang. Dan aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung bisa ada dalam event itu. Perasaan beruntung ini semakin sempurna saat aku menyadari bahwa diriku ini adalah bagian dari sintesa itu sendiri. Kemudian aku tertawa sendiri seperti orang gila, ya persis seperti orang gila, dan bergumam; apakah ada orang seberuntung aku? Memiliki sahabat2 yang begitu baik seperti di Sintesa ini? Ah, mungkin ini yang dinamakan surga dunia, pikirku.

boleh lah kalo aku mencoba memberikan sedikit deskripsi tentang temen2ku di Sintesa. Smart dan ramah adalah karakter mutlak yang dimiliki mereka, maksudku teman2ku di Sintesa. Mohon maaf kalo terkesan sombong, tapi disini aku sedang bicara realita. Smart bisa diukur dari tingkat kekritisan mereka saat berdiskusi. Hampir disetiap diskusi pengurus selalu tidak bisa mengakomodir pertanyaan setiap anggotanya karena waktu yang dialokasikan selalu tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pertanyaan dan tanggapan serta apapun itu sebagai gambaran betapa interaktifnya mereka.

Hal yang tak kalah menakjubkan adalah keramahan tingkat tinggi dan keindahan budi yang ditunjukan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari. Pandai tapi tidak sombong. Kaya tapi tidak pelit. Miskin tapi punya harga diri. coba, kira-kira siapa yang bisa menandingi keluhuran semacam itu? Teringat bebarapa waktu silam, saat LPJ sintesa kepengurusan 2007. Pada saat itu, secara tak sengaja pengurus telah melakukan kesalahan yang begitu kecil; lupa menyediakan hardcopy LPJ. Kami, peserta MUAT, sudah memaklumi hal itu dan tidak ingin membesar-besarkan. Tapi apa yang terjadi, mereka bertubi-tubi meminta maaf pada forum. Lagi-lagi minta maaf, lagi-lagi minta maaf sampai kami sedikit bosan dengan permintaan maaf mereka. Tapi dilain sisi kita bisa melihat betapa mereka sangat menjunjung nilai2 kesopanan dengan menunjukkan betapa merasa tidak enaknya dengan melakukan kesalahan yang begitu kecil terhadap forum. Betapa memiliki kecerdasan logika yang cukup tinggi: berbuat salah berarti harus minta maaf (walo sebenarnya tak perlu dilakukan secara berlebihan seperti yang telah mereka lakukan).

Alhamdulillah, semoga hal semacam ini bisa menjadi cerita menarik dimasa yang akan datang dan bisa menginspirasi Sintesaers junior untuk bisa berbuat minimal sama atau kalau bisa lebih dari apa yang tlah diperbuat seniornya.

-openk-

(iseng…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s