Draup Bikin Cerpen “MADE IN CHINA”


Muhammad Budi (Geografi 2007)

iseng-iseng sering baca cerpen Putu Wijaya dan menemukan satu ide brilian. buat hiburan saja. Check it out…

Di suatu konfrensi informal, Draup ngobrol dengan Warnadi, nelayan jongor yang sedang melancong ke Bumijawa. Warnadi cerita tentang nasionalisme dan Tegal ke depan. malam yang dingin itu sambil merokok “tandjung” dan minum teh gopek tubruk. srupat sruput tak karuan sampai jam 2 malam. angin dingin menemani mereka ndospok. so warmth inside.

“Aku tah pengen berkontribusi maring Tegal tapi pime yah, aku kan cuma tukang tebas rumput alias tukang arit, masa aku bisa?” Kata Draup pesimis. kemudian setelah kebul “Sam Dji Sam” dihembuskan sebagai rokok kedua yang telah dihisap, Warnadi menjawab: “Mas Draup, angger nt tukang arit, ya tetep bisa berkontribusi!!! ora usah khawatir. nang jakarta kuwe ana “Sintesa”, organisasi sing peduli nemen maring wong-wong kaya nt. wong kaya nt kuwe cuma butuh setitik smangate Sintesa’ers. Nasionalisme Sintesaers di sana mowak mawik. wes pokoke angger pan cerita nasionalisme, ketua sintesa sing saiki pan diganti kuwe jago nemen”. aku be saiki duwe kapal sing bisa go perang karo landa, cuma gara-gara aku krungu rapat danus tentang “CARA CERDAS MENCARI UANG TANPA NGEPET”

Draup hanya melongo, melongo, dan melongo. “apa bener?” iya wes, mesti angger aku ketemu sintesaers+ketuane aku bakal nemu jati diri “kontribusi sebenarnya”. Draup pun kemudian berangan-angan untuk bertemu dengan ketua itu. untuk merubah nasib dia, anak istrinya, dan tegal. dengan sedikit menangis terharu, esoknya dia menjual sarung, arit, dan beberapa kambingnya untuk berangkat ke jakarta dengan satu tujuan. “MENDAPATKAN ARTI SEBUAH KONTRIBUSI UNTUK TEGAL”

Tiba di Mabes Sintesa, dia pun diizinkan menginap bareng-bareng dengan warga Wisma Arjuna. warga calon-calon orang-orang sukses. calon calon arsitek pembangunan tegal. banyak dari mereka yang ternyata sama atau bahkan lebih menderita dari kang draup.”Duh Gusti, aku ora syukur temen” kemudian dia menangis sejadi-jadinya hingga penghuni Wisma menertawakannya. Pak kami tahu apa yang anda butuhkan, anda cuma butuh sedkit nasionalisme tentang Tegal. Sedikit nasionalisme ini akan menghilangkan rasa sakit anda akan sebuah perjuangan panjang.Kata-kata itu kemudian membuat draup berhenti menangis karena heran mereka bisa tahu apa yang ada di hatinya, “sehebat itukah Nasionalisme Tegal di sini?” Kata Kang Draup lirih. Iya pak kami akan mengundang anda sebagai tamu besar Sintesa. Untuk rapat besok. Agar anda pulang ke Tegal dan membawa semangat perubahan.

Singkat cerita, hari haripun berganti dan rapat dengan SINTESA bertemakan “KONTRIBUSI DAN MEMBANGUN TEGAL” dimulai, draup merasakan adanya kebanggaan. Dari desa terpencil ndlesep dan tidak elit. Dia kini tengah berhadapan dengan pembesar-pembesar Sintesa. tepat di depan mukanya Ketua Sintesa, ada api berwarna merah biru menyala disekitar tubuhnya. disebelahnya ada sekum, korbid, dkk yang juga keluar api. tapi apinya berwarna merah tok. menandakan tak sepanas pemimpinnya. rupanya tubuhnya pun tak mampu untuk membendung spirit yang luar biasa tentang tegal, tegal, dan tegal. Tiga ribu enam ratus delapan puluh tiga, tiga ribu enam ratus delapan puluh empat, draup pun menghitung berapa mereka mengucapkan tentang tegal.

Tak sengaja dia mengamati. ada beberapa yang perutnya buncit, bukan karena korupsi tapi karena lapar. orang-orang itu rela menyisihkan uangnya dan berpuasa untuk Sintesa yang lebih baik. Draup hanya melongo sambil dia mendengarkan cerita tentang Tegal yang menggebu-gebu. cerita demi cerita ia santap. dari mulai wisma dibangun, huruf A diwisma kini hilang, sampai ada yang membuatnya mengernyitkan dahinya. heran. humas yang bercerita dengan bangganya dia telah menjadi humas di sela-sela waktu mengajarnya yang padat. Tapi kang Draup tidak percaya pada anak itu, dia pikir dia pasti mengajar untuk berfoya-foya dan meninggalkan sintesa. terlihat dari gaya bicaranya dan penampilannya. “BULSHIT ORANG INI!!!” pikir kang Draup.

sepanjang rapat hanya tegal, tegal, tegal yang dibicarakan. tak ada yang lain. Tegal telah menjadi semangat mereka untuk hidup, menjadi mimpi mereka di kala tidur, menjadi pacar mereka di kala mereka putus, menjadi sebuah perdebatan makan siang, menjadi sebuah semangat untuk ber IPK 4. Mendadak dia rindu dan kangen Markonah, Wartini, Wartono, anak-istrinya. ketua nya berbicara dengan lantang:

kenapa hanya rindu yang melanda tanpa adanya tindakan untuk menjadikan tegal lebih baik,,,kemarin2 terdapat halal bihalal IMT (ibunda dari sintesa atau kakak nya sintesa dll),,,mereka telah berfikir untuk bagaimana caranya mengembangkan tegal,,salah satu contohnya dengan pembuatan jalan tol sebagai jalan pantura,dlll
semoga di kemudian hari sintesa yang telah lulus dan sukses di negeri ini atau di negara lain bisa balik ke tegal dan membangun tegal secara bersama-sama atau yang lainnya.

“Apa Ketua Sintesa itu dewa?” Pikirnya? kenapa dia begitu tahu aku sedang rindu Markonah, Wartono, dan Wartini? Apa ini salah? apa cinta dan rinduku pada mereka salah? gumamnya. Mendengarkan kalimat ini draup kemudian berdiri dan berkata dengan lantang di depan ketuanya. Dia tidak tahu kalau dia sedang berbicara dengan ketua, iya. ketua. seorang Alexander Agung di Sintesa, seorang sosok Zeus pada romantisme yunani kuno versi sintesa.

“bisane rindune aku sing disalahna?nang aku kuwe rindu keluarga sing dadi pondasine aku cinta tegal. bisane salah? apa wong kuwe ora olih rindu?apa ? wong sing membangun tegal laka rindu karo cintane kuwe mobil-mobilan.dudu uwong. laka perasaane. draup masih tidak sadar dia berbicara dengan siapa. sampean keprimen sih donge!” Draup setengah berteriak!!!

sang ketua hanya tersenyum sabar kepadanya, dia kemudian berkata:
kontribusi…kontibusi…. inilah yang kami ingin capai sebagai suatu mimpi besar.anda telah berdiri di tempat yang tepat. di sini lebih di tekankan pada sintesa adalah bagaimana seseorang lebih mementingkan urusan sintesa daripada pribadi karena rasa cintanya pada sintesa contoh kecil misal,,daripada rapat, mending ngarit ae ah kan ngarit olih duit,lah rapat sintesa olih apa?,,,kesel iya duit langka,walau rapat hanya 1 bulan sekali tapi tak ada waktu,,,dll lah

kang draup lemas, duduk bersimpuh, menangisi nasibnya. nasib yang selama ini dia merajut kehidupan. tanpa melihat draup yang bersimpuh, rapatpun dilanjutkan. agendanya berganti menjadi moto sintesa…

si Budi si ekstrim yang caper mencoba mengambil perhatian agar para hadirin tidak terharu melihat kondisi draup. “Hei teman-teman, lihat ni… aku punya buku yang tulisannya Experience is The Best Teacher! Buku ini mahal. aku beli di London loh, dapet waktu pameran di SOAS. kalian tau london kan kota pinter. ini aja ya kawan kawan!

Juki, seorang ahli fasilkom kemudian berkata: “SETUJU!!!”
metode formal:jika berpengalaman maka lebih baik(premis 1)
tidak berpengalaman( premis 2)
kesimpulan:tidak lebih baik (pemakaian modus tollen)
klo dalam pembuktian ilmiah buku kuwe bener,,,,

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaak Bisa!!! semua anggotanya kemudian. ini motto dangkal! susah diterima otak. sudah diaplikasikan” Seorang anggota memberontak moto ini.”Betul sekali!!! motto ini dangkal. tidak intelektual, susah dicerna. bagaimana mungkin pengalaman menjadi guru kita, bukankah guru kita itu dosen???” seorang anggota lain.”BETUL BETUL. mana bisa kita membangun kalau terus melihat ke belakang! tak mungkin!!!! non SENSE!!!” beramai-ramai mereka meributkan ini.

“KITA HARUS MEMPERTIMBANGKAN PENDAPAT SENIOR!!!” kalmin yang semula diam tiba-tiba berteriak. semuanya melihat ke arahnya dan mengiyakan. “benar!” senior adalah nyawa kita. beberapa yang satu kubu dengan kalmin kemudian mengajukan suatu ide brilian: “bagaimana kalau senior yang lagi skripsi nanti kita jadikan ketua lagi, jadi periodesasinya itu seperti presiden. Lima tahunan!”

dengan gugup, ketua menjawab:
para senior bagi pribadi saya adalah orang yang berjasa besar dan pembimbing dalam setiap kegiatan kita,,,tapi pasti ada sebuah generasi baru yang akan datang,,,emang kita semua gelem maz afif,maz pandu, maz juki dan aku jadi ketua sintesa trus,,,tentu tidak,,, sekarang hayoh siapa junior yang mau jadi ketua??????????????

……………….

karena tidak ada yang menjawab, kemudian rapat ini dihentikan. mereka semua pulang satu persatu untuk mencuci baju mereka yang tidak kering-kering karena saat ini musim penghujan. tetap mereka tidak menemukan titik temu. mungkin akan ketemu nanti di pemilihan ketua periode ini. sekarang tinggal Draup Sendirian merenungi keributan yang telah terjadi. bukan nasionalisme untuk tegal tapi mereka bertengkar dan berdebat terus. Draup bersandar di lobi wisma. paranoid dan ketakutan. Tadi sempat juga diamatinya punggung mereka satu-satu. Draup ketakutan, mereka ternyata terbuat dari plastik,

MADE IN CHINA…

kang draup edition
–nakal, vulgar, syur–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s